Jumat, 17 Juli 2009

Melon Kotak Mekarsari



Sebuah terobosan baru diciptakan oleh Taman Wisata Mekarsari. Yakni menciptakan buah melon yang berbentuk kotak tanpa merubah rasa. Melon Kotak, begitu buah ini dinamakan olah penciptanya, tim Pemuliaan Taman Wisata Mekarsari yang dipimpin oleh Ir. AF. Margianasari.


Melon Kotak selintas jika dilihat menyerupai tiruan dari bahan lilin perupa, dengan bentuk kubus yang tak lazim seperti buah tropis yang sudah dikenal, tapi melihat daunnya yang hijau dan berbulu halus menandakan bahwa ini adalah buah sungguhan.

Sejak dipajang pada 26 Maret 2009, melon kotak produksi Mekarsari menjadi salah satu obyek wisata yang di favoritkan pengunjung. Banyak diantara pengunjung yang menyempatkan diri datang ke Mekarsari untuk melihat langsung dan mengabadikannya.

Melon Kotak ini sejatinya adalah Melon hybrid (Cucumis melo) dari jenis Lightgreen Mekarsari yang merupakan hasil persilangan dan pemuliaan oleh tim peneliti Mekarsari. Daging buahnya berwarna kuning oranye dengan aroma manis yang khas. Penampilan fisiknya berbentuk kubus dengan tinggi buahnyasaat ini kurang lebih 12 centimeter, lebar 9 centimeter dan panjang 10 sentimeter dan diperkirakan akan terus membesar mengikuti pertambahan usianya. Saat ini Melon Kotak telah berusia 65 hari dari usia panen sekitar 75 hingga 80 hari. Melon Kotak diperkirakan memiliki tingkat kemanisan mencapai 12,5° brix dan perkiraan berat 1.200 gram.

“ Di Mekarsari baru tersedia beberapa pohon, yang nantinya akan diperbanyak sampai dengan masa panen tiba. Tingkat kesulitan pembuatan buah ini sangat tinggi, dan sering mengalami kegagalan, dan baru berhasil sejak Desember 2008." kata Catherina Day Kepala Humas Mekarsari saat di hubungi Kabari.

Proses Pembuatan

Prinsip pembuatan Melon Kotak ini adalah membentuk buah Melon menggunakan cetakan berbentuk kotak dari bahan kaca atau plastik akrilik.

Pengerjaannya cukup sulit karena membutuhkan ketelitian serta perhatian tinggi agar berhasilan. Biasanya cetakan mulai dikenakan pada buah saat usia 40 – 45 hari. Dibandingkan melon biasa, biaya produksi Melon Kotak menjadi lebih mahal karena ada biaya tambahan untuk pembuatan kotak cetakan yang tidak jarang pecah akibat desakan dari pertumbuhan buah.

Selain itu diperlukan juga tenaga kerja khusus yang mengontrol bentuk serta resiko kegagalan panen buah.”Sebenarnya, ide seperti ini pernah dilakukan di Jepang dengan menggunakan buah semangka, namun bedanya adalah buah hasil rekayasa di Jepang rasanya tidak enak untuk dikonsumsi. Sedangkan Melon Kotak ini rasanya manis, harum dan enak dikonsumsi” Paparnya.

Tujuan diciptakannya Melon Kotak ini adalah sebagai variasi darimelon-melon yang sudah ada di Mekarsari maupun di pasaran. Karena bentuknya unik, diyakini Melon Kotak memiliki nilai lebih dibandingkan Melon berbentuk bulat dan tentunya dapat dijadikan buah tangan.

Rencananya, pihak Mekarsari akan menciptakan Melon dengan variasi bentuk yang lebih beragam lagi, tentunya dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi lagi.

Terlepas dari variasi bentuk, penciptaan ini tentunya menjadi terobosan baru dalam dunia pertanian di dunia, apalagi perubahan bentuk ini tidak merubah kualitas rasa.

Rencananya, Melon Kotak ini akan diproduksi dalam skala banyak pada bulan Juli 2009. Sampai saat ini pihak Taman Wisata Mekarsari belum menetapkan berapa harga jualnya. Yang jelas, Melon Kotak ini dapat dipesan minimal 3 bulan sebelumnya.

Sumber : Majalah Kabari

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda