Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2009

Bukti Sahih Gadung Antidiabetes


BATAS ANTARA RACUN DAN OBAT MEMANG SANGAT TIPIS. DI UMBI GADUNG KEDUANYA MALAH MENYATU, TANPA BATAS. NAMUN, DENGAN PENGOLAHAN TEPAT, RACUN HILANG SEHINGGA UMBI ANGGOTA FAMILI DIOSCOREACEAE ITU TERBUKTI ANTIDIABETES MELLITUS.


Begitulah hasil riset ilmiah Endang Sri Sunarsih Apt MSi, peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Ia menguji khasiat gadung terhadap 20 tikus putih galur wistar, jantan, dan berumur 2-3 bulan. Tikus-tikus itu dibuat mengidap diabetes dengan pemberian 150 mg aloksan per kg bobot tubuh. Aloksan bersifat hidrofilik alias mudah berikatan dengan air. Zat kimia itu menginaktivasi enzim glukokinase dan menimbulkan reaksi oksidasi pada sel-sel beta-pankreas sehingga produksi insulin terganggu.


Endang mengelompokkan satwa uji itu dalam 4 grup, masing-masing terdiri atas 5 ekor. Apoteker itu memberikan 12,6 IU insulin per kg bobot tubuh pada kelompok I yang merupakan kontrol positif. Sedangkan kelompok II merupakan kontrol negatif dan diberi 5 ml akuades. Endang memberikan masing-masing 630 mg dan 1.260 mg infus umbi gadung kepada kelompok III dan IV. Setiap perlakuan itu diberikan sekali sehari selama 2 pekan.


Untuk membuat infus, Endang meniru teknologi proses yang biasa diterapkan oleh produsen keripik gadung. Mula-mula ia mengupas umbi, mengiris tipis-tipis, mengolesi irisan umbi dengan abu gosok, dan mengepres hingga air keluar. Alumnus Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada itu lalu menjemur umbi hingga kering, merendam 2 malam, mengukus, dan menjemur kembali hingga kering.


Pengirisan, perendaman, dan pengeringan gadung menekan kadar sianida hingga 85% sehingga gadung aman dikonsumsi. Perendaman umbi dalam larutan garam 8% selama 3 malam, misalnya, hanya menyisakan 7 ppm sianida. Menurut Food and Agriculture Organization kadar sianida 50 mg per kg bobot tubuh masih aman dikonsumsi. Umbi kering itu diblender kemudian dipanaskan dalam air bersuhu 90oC selama 15 menit. Air itu lalu disaring dan diberikan kepada mencit-mencit di grup III dan IV.


Gula turun


Pada hari ke-4, 7, 10, dan 14, Endang mengecek kadar gula darah binatang percobaan Rattus norvegicus itu. Hasilnya kadar gula darah turun pada kelompok yang diberi infus umbi gadung. Pada kelompok III gula darah turun menjadi 175 mg/dl; kelompok IV, 125,16 mg/dl-gula darah sebelum pemberian infus umbi gadung masing-masing 261,95 mg/dl dan 438,16 mg/dl (lihat tabel).


Bahkan penurunan gula darah pada grup IV itu setara kelompok yang diberi insulin, 122,62 mg/dl. Sebelum diberi insulin, 421,99 mg/dl. Persentase penurunan kadar gula pada kelompok IV mencapai 28,64% tak kalah ketimbang kelompok I (29,34%). Artinya, umbi gadung berpotensi sebagai alternatif obat diabetes.


Menurut Endang gula darah turun setelah pemberian infus lantaran umbi gadung menghambat kerusakan sel-sel beta-pankreas. Dampak penghambatan itu adalah produksi insulin dalam tubuh kembali stabil. 'Aloksan memicu kerusakan pankreas, pemberian infus umbi gadung mampu menghambat kerusakan itu,' ujar Endang. Sayangnya, Endang belum mengungkap senyawa aktif dalam umbi gadung yang menurunkan kadar gula darah.


Untuk mengatasi diabetes mellitus, Endang menyarankan pasien untuk mengkonsumsi 5-10 g umbi gadung per hari selama 7 hari. Boleh dalam bentuk olahan keripik atau cukup dikukus. Setelah itu hentikan sementara konsumsi umbi gadung Dioscorea hispida. 'Karena dari hasil penelitian, pemberian infus umbi gadung lebih dari 7 hari mengakibatkan fluktuasi peningkatan kadar glukosa darah. Walaupun pada hari ke-10 dan ke-14 terjadi penurunan kadar gula kembali,' ujar Endang. Konsumsi gadung dapat dilanjutkan bila gula darah naik lagi.


Racun


Selain berkhasiat obat, gadung memang terkenal sebagai tumbuhan beracun. Senyawa toksik seperti dioskorine dan asam sianida menyebabkan kejang, pusing, mual, dan muntah. Namun, bila diolah dengan benar efek toksik gadung dapat dihilangkan dan memiliki banyak kegunaan. Buktinya sejak dulu gadung menjadi pangan alternatif bagi sebagian masyarakat Indonesia.


Dalam Tumbuhan Berguna Indonesia, K Heyne menyebutkan masyarakat Bali mengkonsumsi umbi gadung dengan cara digoreng dan dibubuhi kelapa parut. Di Ambon umbi gadung ditumbuk, dicampur dengan tepung sagu, lalu dibuat roti. Rasanya lebih enak ketimbang roti sagu biasa. Sedangkan di Jawa gadung diolah menjadi keripik.


Heyne menuturkan sebagai herbal, gadung digunakan untuk mengobati kusta. Umbi gadung dipotong kecil dan direbus dengan cabai jawa Piper retrofractum, lada putih Piper nigrum, gula kelapa, dan kelapa parut. Air rebusan bahan-bahan itu lalu diminum, sedangkan ampas rebusan dioleskan di bagian tubuh yang luka. Kombinasi parutan gadung dan gadung cina Smilax china digunakan untuk mengatasi sifilis.


Pemanfaatan umbi gadung untuk mengatasi diabetes mellitus belum populer. Menurut Endah Lasmadiwati, herbalis di Rawamangun, Jakarta Timur, gadung bagus sebagai camilan untuk pengidap diabetes. Musababnya, kandungan karbohidrat gadung relatif rendah. Hasil penelitian Direktorat Gizi Departemen Kesehatan menyebutkan setiap 100 g umbi gadung mengandung 23,23% karbohidrat, beras 78,9%. Artinya, dengan kadar karbohidrat yang lebih rendah, gadung bisa menjadi pangan alternatif bagi diabetesi alias penderita diabetes.


Selama ini mereka memanfaatkan obat diabetes seperti golongan sulfonil urea dan biguanida serta suntikan insulin. Sayangnya, harga obat-obatan itu relatif mahal dan pasien mesti menggunakan dalam jangka panjang yang menimbulkan dampak buruk. Oleh karena itu pasien mencari obat alternatif yang murah, mudah diperoleh, dan aman alias efek samping jauh lebih kecil ketimbang obat sintetis. Gadung mempunyai persyaratan itu. Di balik racun, gadung menawarkan khasiat antidiabetes yang terbukti secara ilmiah. (Ari Chaidir)


Sumber : Trubus

Selasa, 28 Juli 2009

Asal Usul Semangka

Semangka berasal dari daerah tropik dan subtropik Afrika. Tumbuh liar di tepi jalan, padang belukar, pantai laut, atau ditanam di kebun dan pekarangan sebagai tanaman buah. Semangka dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.000 m dpl. Terna semusim ini tumbuh menjalar di atas tanah atau memanjat dengan sulur-sulur atau alat pembelit. Batang lunak, bersegi dan berambut, panjangnya 1,5--5 m. Sulur tumbuh dari ketiak daun, bercabang 2--3. Daun letak berseling, bertangkai, helaian daun lebar dan berbulu, berbagi menjari, dengan ujung runcing, panjang 3--25 cm, lebar 1,5--15 cm, tepi bergelombang, kadang bergigi tidak teratur, permukaan bawah berambut rapat pada tulangnya. Bunga uniseksual, keluar dari ketiak daun, tunggal, biasanya bunga jantan lebih banyak, berbentuk lonceng lebar, warnanya kuning, mekar pada pagi hari.

Buah berbentuk bola sampai bulat memanjang, besar bervariasi dengan panjang 20--30 cm, diameter 15--20 cm, dengan berat mulai dari 4 kg sampai 20 kg. Kulit buahnya tebal dan berdaging, licin, warnanya bermacam-macam seperti hijau tua, kuning agak putih, atau hijau muda bergaris-garis putih. Daging buah warnanya merah, merah muda (pink), jingga (oranye), kuning, bahkan ada yang putih. Biji bentuk memanjang, pipih, warnanya hitam, putih, kuning, atau cokelat kemerahan. Ada juga yang tanpa biji (seedless).

Biji yang sudah diolah disebut kuaci. Cara membuatnya, kumpulkan biji, lalu jemur dan sangrai. Setelah dingin, rendam dalam air garam seharian, lalu jemur kembali di panas matahari. Semangka selain dimakan sebagai buah segar juga dapat diminum sebagai jus. Buah semangka jangan dimakan dengan gula aren karena dapat terbentuk racun, terutama sangat mengganggu pada orang yang pencernaannya lemah. Racun ini dapat menimbulkan kejang-kejang dan diare sampai menyebabkan kematian. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal

NAMA DAERAH Jawa: samangka, semongka, watesan, ghulengghuleng. Sumatera: mandike, karamboja, kalambosa, kamandriki. Maluku: mendikai, semangka, pateka, samangka. Lampung: lamuja, karamujo, ramujo, samaka. Halmahera: samaka, hamaka, hama'a. NAMA ASING Xi gua (C), watermelon (I), melon d'eau, wasserkurbis, watermeloen. NAMA SIMPLISIA Citrulli

Fructus (buah semangka), Citrulli Pericarpium (kulit buah semangka).

Penyakit Yang Dapat Diobati

Kulit buah dan daging buah rasanya manis, sifatnya dingin, afinitas ke meridian jantung, lambung, dan kandung kemih. Semangka berkhasiat sebagai penyejuk tubuh selagi cuaca panas, peluruh kencing (diuretik), antiradang, melumas usus, dan menghilangkan haus.

Pada pengobatan tradisional Cina, semangka digunakan untuk melawan bentuk "summer heat" yaitu gejala penyakit yang ditandai dengan banyak berkeringat, rasa haus, suhu tubuh meningkat, warna urine jernih, diare, dan mudah marah.

Buah atau jus buahnya meringankan gejala-gejala di atas, meningkatkan keluarnya urin, dan membersihkan ginjal. Biji rasanya manis, sifatnya netral. Berkhasiat peluruh kencing (diuretik), menyehatkan ginjal, menyejukkan pada radang kandung kemih, dan melembabkan usus. EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN Mengonsumsi semangka yang mempunyai kadar likopen cukup tinggi mengurangi risiko terkena kanker prostat. Pada percobaan yang dilakukan All India Institute of Sciences New Delhi pada 30 orang pria tidak subur berusia 23--45 tahun yang diberi 20 mg likopen dua kali sehari selama 3 bulan, menunjukkan peningkatan jumlah sperma, struktur sperma membaik, dan peningkatan pergerakan sperma. Dari 30 responden tersebut, 6 diantaranya berhasil menghamili istrinya.

Senyawa asam amino sitrulin dapat meningkatkan produksi nitritoksida, yang berperan pada kemampuan ereksi pada pria. Sitrulin mudah diserap tubuh sehingga konsentrasi maksimum di dalam darah lebih mudah dicapai.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

Bagian tanaman yang digunakan adalah kulit buah, daging buah, dan bijinya. Untuk kulit buah, setelah isinya dimakan dan kulit lapisan luarnya dibuang maka bagian yang berwarna putih bisa digunakan segar atau setelah dikeringkan.

INDIKASIK

ulit buah semangka digunakan untuk pengobatan:bengkak karena timbunan cairan pada penyakit ginjal,kencing manis (diabetes melitus), gatal karena tanaman berracun,sakit sewaktu bangun tidur pagi akibat alkohol (hangover),migren,mencegah kerontokan rambut,menghaluskan kulit dan menghilangkan flek hitam di wajah,kulit kasar, luka bakar, dan terbakar matahari.
Daging buah digunakan untuk pengobatan:pingsan karena udara panas (heatstroke), rasa letih,demam, haus disertai mulut kering, napas berbau, air kemih warnanya gelap dan kuning tua, nyeri sewaktu kencing,perut kembung karena banyak gas, susah buang air besar (sembelit), sakit tenggorok, sariawan,hepatitis,tekanan darah tinggi (hipertensi), disfungsi ereksi (impoten),meningkatkan kesuburan pria, keracunan alkohol (alkoholism), asam urat tinggi, danmenghilangkan kerutan di wajah.
Biji digunakan untuk:susah buang air besar selama hamil atau usia tua, radang hati, radang selaput lendir usus,infeksi kandung kemih, kurang darah (anemia),membasmi cacing usus, dan busung lapar.

CARA PEMAKAIAN

Rebus kulit buah (10--30 g), lalu minum. Daging buah dimakan atau dijus secukupnya. -Untuk pemakaian luar, gosokkan kulit buah pada kulit kepala untuk mencegah kerontokan rambut atau gatal gatal karena tanaman berracun. Gunakan air rebusan kulit buah untuk mencuci muka yang berjerawat, kulit yang berkudis, atau biang keringat.

CONTOH PEMAKAIAN

Busung lapar

Jemur biji semangka secukupnya sampai kering, lalu giling sampai menjadi serbuk. Ambil satu sendok makan, lalu seduh dengan tiga perempat cangkir air panas. Setelah hangat, tambahkan satu sendok makan madu. Aduk merata, minum sekaligus. Lakukan dua kali sehari.

Mencegah kerontokan rambut

Ambil sepotong kulit buah semangka yang hanya tersisa dagingnya yang keras dan berwarna putih. Gosok-gosokkan pada kulit kepala secara merata. Lakukan pada sore hari, lalu biarkan semalaman supaya meresap. Keesokan paginya, cuci rambut sampai bersih. Lakukan sekali dalam seminggu.

Tekanan darah tinggi

Makan buah semangka setiap hari sebagai buah segar atau jus. Sehari minum dua gelas jus buah semangka.Seduh dengan air mendidih kulit buah semangka dan gambir masing-masing 30 g. Minum seperti teh.

Menghaluskan kulit dan menghilangkan flek hitam di wajah

Jemur kulit semangka secukupnya sampai kering, lalu giling menjadi serbuk. Masukkan dua sendok makan serbuk tadi ke dalam jus yang dibuat dari satu batang lidah buaya dan satu buah mentimun ukuran sedang. Setelah diaduk rata, gunakan sebagai masker. Lakukan 2--3 kali seminggu, sampai kelihatan hasilnya.

Gatal di badan karena terkena tanaman berracun

Gosokkan bagian tubuh yang gatal dan kemerahan dengan buah dan kulit semangka.

Tekanan darah tinggi dan anemia

Buah semangka ukuran sedang diambil seperempat bagiannya. Buat jus kulit, biji dan daging buahnya, lalu minum sekaligus.

Demam, mulut kering dan haus, rasa pahit di mulut, -napas berbau, air kemih berwarna kuning tua, nyeri sewaktu kencing, hangover. Makan daging buah semangka segar sebanvak 500-1.000 g. Lakukan 2--3 kali sehari.

Heat stroke, rasa lemah, sakit kepala akibat panas matahari dan mual

Jus buah semangka secukupnya. Minum 1--2 cangkir, diulang 2--3 kali sehari sampai terasa enak.

Kencing manis

Potong-potong kulit buah semangka (30 g) dan buah jambu biji yang masih mengkal (1 buah), lalu rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas dan minum setelah dingin. Lakukan setiap hari, sehari 2--3 kali. Rebus biji semangka (1 genggam) dengan satu liter air sampai mendidih (45 menit) dalam panci tertutup. Setelah dingin, minum seperti teh dan lakukan setiap hari.

Susah buang air besar selama hamil atau usia tua

Giling daging biji semangka (15 g) sampai halus, tambahk

Komposisi

Daging buah semangka rendah kalori dan mengandung air sebanyak 93,4%, protein 0,5%, karbohidrat 5,3%, lemak 0,1%, serat 0,2%, abu 0,5%, dan vitamin (A, B dan C). Selain itu, juga mengandung asam amino sitrullin (C6H13N3O3), asam aminoasetat, asam malat, asam fosfat, arginin, betain, likopen (C4oH56), karoten, bromin, natrium, kalium, silvit, lisin, fruktosa, dekstrosa, dan sukrosa. Sitrulin dan arginin berperan dalam pembentukan urea di hati dari amonia dan CO2 sehingga keluarnya urin meningkat. Kandungan kaliumnya cukup tinggi yang dapat membantu kerja jantung dan menormalkan tekanan darah. Likopen merupakan antioksidan yang lebih unggul dari vitamin C dan E. Biji kaya zat gizi dengan kandungan minyak berwarna kuning 20--45%, protein 30--40%, sitrullin, vitamin B12, dan enzim urease. Senyawa aktif kukurbositrin pada biji semangka dapat memacu kerja ginjal dan menjaga tekanan darah agar tetap normal.

Sumber : Iptek